Sunday, 01 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
EUR/USD stabil karena data ketenagakerjaan AS yang lemah
Thursday, 2 October 2025 05:11 WIB | EUR/USD |EUROPE

EUR/USD stabil di akhir sesi Amerika Utara karena investor mencerna laporan ketenagakerjaan yang lemah dan mengabaikan penutupan pemerintah AS. Tidak tercapainya kesepakatan antara Gedung Putih dan Partai Demokrat akan memperpanjang penutupan pemerintah dan menunda rilis data ekonomi AS. Pasangan mata uang ini diperdagangkan di 1,1720 tanpa perubahan.

Perubahan Ketenagakerjaan Nasional ADP AS pada bulan September suram dan menyoroti kelemahan pasar tenaga kerja. Aktivitas bisnis di sektor manufaktur di AS membaik tetapi mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut.

Mengenai gejolak politik di AS, Wakil Presiden JD Bance mengatakan bahwa ia tidak berpikir penutupan pemerintah akan berlangsung lama, dan berjanji untuk melakukan segala yang mungkin dalam beberapa minggu mendatang untuk memastikan masyarakat menerima layanan penting.

Sementara itu, Fitch Ratings menyatakan bahwa penutupan pemerintah tidak memiliki dampak jangka pendek terhadap kelayakan kredit utang AS yang "AA+ stabil". Lembaga tersebut mengungkapkan bahwa penutupan pemerintah diperkirakan akan mengurangi pertumbuhan PDB sebesar 0,1-0,2% per minggu. Di Zona Euro, PMI Manufaktur HCOB untuk bulan September melampaui perkiraan, sementara Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasikan (HICP) untuk blok tersebut sedikit meningkat. Meskipun demikian, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya setelah Presiden Christine Lagarde mengatakan bahwa risiko inflasi "tampaknya cukup terkendali di kedua arah."(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS